AcehNet | ACEH TENGAH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai Aceh, Rahmuddinsyah, bersama Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menggagas edukasi pelatihan pemangkasan dan pemeliharaan tanaman kopi (rejuvenasi) Gelombang II di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, Rabu (09/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung 19–21 Agustus 2026 di Tanah Gayo tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong peremajaan tanaman kopi sekaligus meningkatkan kualitas dan produktivitas komoditas unggulan Aceh.
Rahmuddinsyah mengatakan, edukasi dan pendampingan kepada petani merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas serta produktivitas kopi Gayo.
“Petani perlu memahami teknik pemangkasan dan pemeliharaan tanaman kopi yang tepat, sehingga tanaman yang sudah tua dapat kembali produktif dan menghasilkan kopi berkualitas,” ujar Rahmuddinsyah.
Menurutnya, program rejuvenasi perkebunan rakyat menyasar ratusan petani kopi di kawasan dataran tinggi Gayo. Pelatihan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam melakukan pemangkasan serta pemeliharaan tanaman kopi yang telah berusia tua.
Ia menilai pendampingan kepada petani perlu dilakukan secara berkelanjutan agar teknik yang diberikan dapat diterapkan secara tepat di kebun masing-masing.
Rahmuddinsyah mengatakan, peningkatan kualitas dan produktivitas kopi penting dilakukan karena kopi Gayo merupakan salah satu komoditas unggulan Aceh yang memiliki pasar luas, baik di dalam negeri maupun mancanegara.
“Program seperti ini perlu terus dilakukan dan menyentuh langsung para petani kopi,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan yang turut dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tersebut tidak hanya bertujuan mengembalikan produktivitas tanaman kopi yang telah berusia tua, tetapi juga meningkatkan pengetahuan petani dalam mengelola perkebunan secara efektif dan berkelanjutan.
Rahmuddinsyah berharap program rejuvenasi dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan kualitas kopi Gayo sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat petani di dataran tinggi Aceh.


















