Jadi Orang Tua Asuh, CEO Trans Continent Bantu Mahasiswa Kurang Mampu USK

Daerah10 Dilihat

BANDA ACEH – CEO Trans Continent, Dr. Ismail Rasyid, SE, M. MTR menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan generasi muda dengan menjadi donatur Program Beasiswa Orang Tua Asuh yang dikelola Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala (USK), Jumat (16/10/2026).

Melalui program Donasi Beasiswa Orang Tua Asuh, Rumah Amal Mesjid Zamik mewujudkan dukungan nyata bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dalam menyelesaikan pendidikan tinggi tanpa terkendala persoalan ekonomi.

Penyerahan Donasi Beasiswa Orang Tua Asuh berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) USK turut disertai penyerahan bantuan secara simbolis. Disaksikan Dekan FEB USK, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, beserta jajaran, pengurus Rumah Amal Masjid Jamik USK, serta empat mahasiswa penerima manfaat. Mereka terdiri atas tiga mahasiswa FEB USK dan seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran USK.

Ismail Rasyid mengatakan, pendidikan merupakan investasi penting untuk membangun masa depan generasi muda. Karena itu, mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi perlu mendapatkan dukungan agar tetap bersemangat menuntaskan pendidikan.

“Pendidikan adalah salah satu jalan untuk membuka kesempatan hidup yang lebih baik. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban mahasiswa, memberi mereka semangat untuk terus belajar, dan membantu mereka menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ujar Ismail Rasyid.

Ia berharap para mahasiswa penerima manfaat kelak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Keterlibatan Ismail Rasyid dalam program tersebut tidak hanya berupa bantuan finansial. Ia juga mendengarkan pengalaman, kebutuhan, dan berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa selama menjalani perkuliahan.

Program Beasiswa Orang Tua Asuh merupakan salah satu upaya Rumah Amal Masjid Jamik USK dalam menjaga keberlanjutan pendidikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, donatur berperan sebagai orang tua asuh dengan memberikan dukungan biaya hidup secara berkala kepada mahasiswa penerima manfaat.

Kebutuhan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan biaya pendidikan, namun juga; kebutuhan pangan, tempat tinggal, transportasi, tetapi termasuk pula keperluan sehari-hari karena turut mempengaruhi kelancaran perkuliahan.

Melalui adanya bantuan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga, lebih berkonsentrasi dalam belajar, serta menyelesaikan pendidikan sesuai target.

Mewakili civitas akademika USK Dr. Allayli, S.Pt., M.Si. menyampaikan apresiasi atas kepedulian Ismail Rasyid yang telah mengambil bagian dalam mendukung pendidikan mahasiswa USK. Menurutnya, keterlibatan para donatur menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Ismail Rasyid atas kepedulian dan kepercayaannya dalam mendukung mahasiswa USK melalui Program Beasiswa Orang Tua Asuh,” ungkapnya.

Nilai bantuan yang diberikan bukan hanya dari segi kebutuhan mahasiswa, tetapi juga menjadi dukungan moral bagi mereka agar tetap optimis dalam memperjuangkan masa depan mereka.
Sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga filantropi, perlu terus diperkuat sehingga semakin banyak mahasiswa yang membutuhkan dukungan pendidikan dapat memperoleh bantuan secara tepat sasaran.

Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan mahasiswa hingga mereka menyelesaikan pendidikan.

Rumah Amal Masjid Jamik USK pun mengajak masyarakat, alumni, sivitas akademika, kalangan profesional, serta pelaku usaha untuk berpartisipasi dalam Program Beasiswa Orang Tua Asuh melalui infak pendidikan.

Partisipasi tersebut dapat memperluas jangkauan bantuan sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kesempatan menjadi orang tua asuh terbuka bagi masyarakat yang ingin berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda.

Melalui infak yang disalurkan secara berkelanjutan, masyarakat dapat membantu meringankan beban mahasiswa sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.

Rumah Amal Masjid Jamik USK berharap keterlibatan Ismail Rasyid dapat menginspirasi lebih banyak individu dan pelaku usaha untuk ikut mendukung program tersebut.

Sebab, membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan bukan sekadar memberikan bantuan untuk kebutuhan hari ini, melainkan juga investasi sosial dalam menyiapkan generasi berilmu, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi Rumah Amal Masjid Jamik USK melalui kanal komunikasi resmi lembaga untuk memperoleh informasi mengenai mekanisme infak dan dukungan bagi mahasiswa penerima manfaat. [Marmus]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *