Banda Aceh – Partai Aceh (PA) melalui Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Perlindungan Anak, Hj. Ummi Kalsum, S. Pd menggelar kegiatan pendidikan politik dan kepemimpinan perempuan Aceh dengan tema ‘Peran Inong Aceh Menjaga Marwah Nanggroe – Merapatkan Solidaritas Kader Perempuan Aceh’. Acara dibuka oleh Ketua Umum DPP Partai Aceh H. Muzakir Manaf diwakili oleh H. Ermiadi, ST selaku Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (2023-2028), berlangsung di Gedung Meeting Hall Azana Oasis Hotel, Lueng Bata, Banda Aceh, Rabu (14/10/2026).
Hj. Ummi Kalsum, S. Pd dalam sambutannya menerangkan dirinya selaku ketua panitia bermaksud menyelenggarakan acara tersebut sebagai momen silaturrahmi, sekitar 70 peserta diharapkan menguatkan koordinasi sesama perempuan Aceh. Pertemuan selama dua hari sejak 14 Oktober 2026 hingga 16 Oktober 2026 menjadi bermanfaat, meski tidak pun selaku kader, setidaknya perempuan Aceh harus cerdas dalam memahami situasi politik.

Ada 4 pemateri yang akan menyampaikan pendidikan politik bagi perempuan Aceh. Ummi berharap dengan penguatan yang disampaikan oleh para pembicara nantinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Pengurus Partai Aceh harus mampu menciptakan hasil, sehingga sejak dari rumah tangga pun, perempuan Aceh harus bergerak menjaga marwah. Jika perempuan bagus, maka negeri pun bagus.
“Mudah-mudahan seluruh perempuan Aceh terus mampu berkiprah, memimpin dirinya, keluarganya khususnya dari hal sederhana, melindungi keluarganya dengan kebaikan selalu menyertai gerak langkah, di daerah masing-masing. Ke depan kita juga akan mengadakan pertemuan hingga bisa melibatkan para perempuan kader dari berbagai kabupaten/kota di Aceh,” Jelas Ummi.
Sedangkan Armiadi, dalam kata sambutan sekaligus membuka secara resmi acara pendidikan politik bagi perempuan Aceh menyebutkan pentingnya meneladani berbagai tokoh perempuan Aceh di masa silam, ia berharap tokoh perempuan Aceh mewarnai dan menjadi teladan di masa depan, belajar dari para tokoh Aceh di masa lalu.

Ia menyebut antara lain para tokoh Aceh yang mendunia; Para Sultanah Ratu Safiatuddin dan lainnya, juga seperti Cut Nyak Dhien, Cut Mutia, Malahayati mereka merupakan sosok perempuan Aceh yang mampu menjadi tokoh Aceh yang membanggakan. Dari mereka, perempuan Aceh masa kini mesti menjadikan teladan dalam perjalanan perjuangan membangun peradaban Aceh di masa depan.
“Pendidikan politik bagi kader perempuan di Partai Aceh sangat penting, karena dengan memahami dan menjalankan peran perempuan sebagai pihak yang paling dekat pengaruhnya di masyarakat. Melalui penguatan berbentuk pendidikan politik seperti acara yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kita di DPP PA mendukung sepenuhnya dan semoga meraih hasil yang dicita-citakan bersama,” ungkapnya.
Di jajaran panitia acara pendidikan politik perempuan Aceh, bendahara umum panitia menguraikan pelaksanaan acara dibagi dua sesi, malam ini dimulai dengan pembukaan, esok berlanjut pematerian; Sejarah perdamaian Aceh dan partai lokal Aceh, peran strategis perempuan Aceh dalam menjaga marwah bangsa, mendidik generasi dan mempersiapkan pemimpin masa depan, perempuan dalam konstalasi politik juga materi skill kepemimpinan perempuan Aceh.
“Tujuannya untuk mempersatukan perempuan Aceh agar mengerti bagaimana bermain di dunia politik secara demokratis, perempuan harus pintar dalam membaca situasi dan kondisi. Peran inong Aceh, harus menjaga marwah Aceh sendiri. Kita membuka diri, mari bersama-sama membesarkan Partai Aceh,” timpal Bendahara Umum Panitia Acara, Fouziyah, S. Ag, M. Si (Ojie).
“Karena perempuan itu pemilih terjujur, dibandingkan laki-laki, perempuan jika sudah memilih mereka berketetapan hati, karena itu, pendidikan politik bagi perempuan sangat penting dilakukan, khususnya di bidang perempuan dari Partai Aceh,” tutupnya.


















