BANDA ACEH — Baitul Mal Kota Banda Aceh raih penghargaan Grand BAZNAS Awards 2026 kategori BAZNAS Kota Terbaik. Diberikan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia itu menjadi apresiasi atas kinerja lembaga dalam mengelola zakat dan membantu masyarakat yang membutuhkan, Jumat (16/10/2026).
Penghargaan tersebut diterima Ketua Baitul Mal Kota Banda Aceh, Dr. Yusuf Al Qardhawi, dalam acara penganugerahan Grand BAZNAS Awards 2026 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (15/10/2026).
Yusuf mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan, capaian itu bukan keberhasilan pribadi, melainkan buah dari kerja keras dan dedikasi seluruh amil zakat di lingkungan Baitul Mal Kota Banda Aceh.
“Penghargaan ini merupakan karunia Allah untuk kami dan diperoleh atas dedikasi kolektif semua amil yang ada di Baitul Mal Banda Aceh,” ujar Yusuf, Kamis (15/10/2026).
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Pemerintah Kota Banda Aceh. Dukungan wali kota dan wakil wali kota dinilai berperan penting dalam penguatan kelembagaan dan peningkatan kinerja Baitul Mal.
“Kami juga menyadari bahwa tanpa dukungan penuh dan kolaborasi semua pemangku kepentingan, terutama Ibu Wali Kota dan Pak Wakil Wali Kota Banda Aceh, mungkin BAZNAS Awards ini tidak kami dapatkan,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, khususnya Komisi I dan Badan Anggaran yang selama ini memberikan dukungan terhadap keberlangsungan dan pengembangan lembaga tersebut.
Dukungan pemerintah daerah dan legislatif menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat peran Baitul Mal sebagai lembaga pengelola zakat yang mengedepankan amanah dan kemaslahatan umat.
Penghargaan tingkat nasional tersebut menjadi motivasi Baitul Mal untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, karena bukanlah tujuan akhir, maka penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk memperluas manfaat pengelolaan zakat.
Baitul Mal memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang profesional, transparan, dan berintegritas. Penguatan kelembagaan juga perlu disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Baitul Mal Banda Aceh terus berikhtiar dan berdoa agar lembaga umat ini selalu menjaga amanah dan terus meningkatkan kapasitas, kepercayaan, profesionalitas, serta integritas, dengan fokus membantu umat secara ikhlas dan tidak diskriminatif,” ujarnya.
Dia berharap penghargaan Grand BAZNAS Awards 2026 mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan zakat, termasuk dalam upaya membantu fakir, miskin, dan kelompok masyarakat rentan.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat atas masih besarnya tanggung jawab Baitul Mal dalam melayani masyarakat yang membutuhkan.
“Harapan besar kami, dengan masuknya Baitul Mal Banda Aceh sebagai penerima BAZNAS Awards Tahun 2026 ini, kami semakin bersemangat, semakin berdedikasi, semakin kompak, dan semakin inovatif,” katanya.
Secara khusus mendedikasikan penghargaan itu kepada 48 amil zakat yang menjalankan tugas pengelolaan zakat di Banda Aceh, serta Pemerintah Kota Banda Aceh yang telah memberikan dukungan.
“Sekali lagi, ini bukan penghargaan untuk saya, tetapi untuk 48 orang amil zakat di Baitul Mal Banda Aceh dan juga penghargaan untuk Pemerintah Kota Banda Aceh,” tegasnya.
Libatkan Tokoh Nasional
Grand BAZNAS Awards merupakan ajang penghargaan yang diselenggarakan BAZNAS RI untuk memberikan apresiasi kepada lembaga pengelola zakat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, lembaga keuangan, perusahaan, organisasi, dan tokoh yang berkontribusi terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.
Dalam proses penilaian BAZNAS Awards 2026, BAZNAS melibatkan delapan tokoh dari berbagai bidang sebagai dewan juri eksternal. Mereka adalah Prof. Dr. Purn. Jenderal TNI Dudung Abdurachman, S.E., M.M.; Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si.; Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si.; Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, S.Ag., M.Ag.; Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si.; Prof. Dr. KH. M. Asrorun Ni’am Sholeh, S.Ag., Lc., M.A.; Indra Sjafri, S.E., AFC Pro; serta Dr. Hj. Arzeti Bilbina Setyawan, S.E., M.A.P.
Delapan tokoh tersebut terlibat dalam rapat pleno penjurian pada Rabu (30/9/2026) untuk membahas kriteria dan calon penerima penghargaan. Keterlibatan juri dari beragam latar belakang tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat objektivitas penilaian.
BAZNAS Awards merupakan bentuk apresiasi kepada berbagai pihak yang memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan dan pengembangan zakat.
Menurut dia, proses penjurian penting untuk memastikan penghargaan diberikan berdasarkan kriteria dan kontribusi yang jelas. Pada penyelenggaraan 2026, terdapat 20 kategori Grand Awards yang proses penilaiannya melibatkan dewan juri eksternal.
Bagi Baitul Mal Kota Banda Aceh, penghargaan ini semakin memperkuat komitmen untuk mengelola zakat secara amanah dan profesional. Dengan demikian, zakat tidak hanya menjadi instrumen pemenuhan kewajiban keagamaan, tetapi juga dapat terus dioptimalkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan umat. [Marmus]



















