Banda Aceh – Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menyusun Sasaran Indikatif Tanaman Pangan Aceh untuk tahun 2027, digelar dalam bentuk workshop yang diikuti seluruh perwakilan dinas terkait dari seluruh Aceh, Selasa (13/10/2026).
Dibuka semalam pada Senin, 12 Oktober 2026 oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Restu Andi Surya, S. STP, MPA didampingi Plt. Kadistanbun Aceh Dr. Ir. Azanuddin Kurnia, S.P., M.P diwakili Kabid. Tanaman Pangan Distanbud Aceh, Aswan Syah Putra, S. HUT, M. Si yang turut memberikan sambutannya.
Sesi hari kedua hari ini, workshop diisi oleh Erwin Ferdinasyah, ST, MT selaku Kepala Dinas Pengairan Aceh membawakan materi terkait Pola Tanam Padi Musim Tanam Rendeng dan Gadu tahun 2026/2027.
”Penyusunan Sasaran Indikatif Tanaman Pangan tahun 2027 sebagai acuan dalam perencanaan kegiatan sektor pertanian dan pengairan sehingga tercipta sinkronisasi antara kebutuhan air irigasi dan target produksi tanaman pangan,” ungkap Erwin.
Di sela tanya jawab, ia juga menjelaskan saat ini sedang merampungkan TIRTA Aceh sebagai platform inovasi digital Dinas Pengairan Aceh untuk memperkuat keterbukaan informasi publik.
Platform tersebut, katanya melalui wawancara media ini dapat pula dimanfaatkan untuk mitigasi, kadar debit air akan selalu dapat dipantau informatif dan tentunya melalui digital yang praktis, petani dapat merencanakan dan melaksanakan pengolahan lahan secara lebih baik dengan didukung media digital TIRTA Aceh.
Dari pematerian lainnya, dipaparkan dalam workshop kerangka sampel area (KSA) luas panen dan produksi padi di Provinsi Aceh. Survei kerangka sampel area padi, survei ubinan padi berupa perhitungan memakai metode sampel padi untuk mendapatkan produktivitas hasil panen padi perhektar juga alur konversi gabah ke beras
Dari pemateri mewakili BPS (Badan Pusat Statistik) Aceh, diketahui perhitungan luas panen harus dilakukan secara objektif measurement, melalui rekomendasi FMS bermetode KSA digunakan untuk mengukur luas panen, KSA sendiri berupa metode yang telah dikembangkan BPPT berpenghargaan LIPI telah dilakukan mulai 2018 berdasarkan Surat Kantor Staf Presiden (KSP).
KSA Padi secara umum memakai survei kerangka sampel area padi. Survei kerangka Sampel Area berbasis spasial ‘n mengandalkan Citra Satelit dan Smartphone dengan jumlah sampel 10.134 (jumlah subsegmen padi) se-Provinsi Aceh.
Sedangkan jenis survei ubinan padi dihitung dengan metode mengambil sampel panen padi untuk mendapatkan produktivitas hasil panen padi perhektar (ton/ha).
BPS merilis luas panen padi era Januari-Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 5,98% dibandingkan tahun 2024. Angka potensi pada 2025 sejumlah 271.91 dan pada 2026 (Januari -November) senilai 252.99. Angka ini merupakan angka potensi berdasarkan hasil KSA amatan Agustus 2026.
Produksi padi Januari-Desember 2025 mengalami penurunan 2,7 % dibanding 2024. Sedangkan angka potensi pada angka 1550.64 dan 2026, 1435.73 (angka sementara menggunakan angka potensi luas panen Januari-November 2026 dan rata-rata produktivitas 2024-2026).
Data BPS juga menunjukkan produksi beras medio Januari-Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 2,70 % dibanding 2024, sedangkan angka potensi senilai 893.30 pada 2025, pada awal 2026 hingga November diketahui angka potensi senilai 827.10 (angka sementara, berdasarkan angka potensi luas panen Januari-November 2026 dan rata-rata produktivitas 2024-2025.
Produksi padi nasional 2025, propinsi Aceh berada di urutan 10 peringkat produksi, dengan angka produksi padi senilai 1.659,97 pada 2024 dan pada 2025 senilai 1.615,20.
Luas panen dan produksi padi Aceh; 283.18,01 (luas panen/ha), Produksi GKG (ton-GKG) senilai 1.615.209,08, produksi beras (ton-beras) senilai 930.489,08 dan produktivitas tertimbang GKG (Ku/Ha-GKG) senilai 57,04.
Luas panen padi Aceh (ha) pada 2024 senilai 301.196 dan 2025 senilai 283.182. Luas panen padi masing-masing pada 2024: 1.659.966 dan 2025: 1.615.200. Produktivitas (ton/ha) senilai 5,51 pada 2024 dan 5,70 pada 2025.
Perbandingan luas panen dan produksi padi Aceh pada 2025 Januari -Desember juga medio Januari-November 2026 dengan uraian;
Luas panen (ha) 2025: 271.905, 2026: 252.992, Produksi GKG (ton) 2025: 1.550.638, 2026: 1.435.731, Produksi beras (ton) pada 2025: 893.296, 2026: 827.100 serta Produktivitas (ton/ha) senilai 2025: 5,70 dan 2026: 5,68. (data sumber: www.bps.go.id).
Workshop Sasaran Indikatif Tanaman Pangan tahun 2027 berlangsung selama 3 hari berturut sejak Senin, 12 Oktober 2026 hingga Rabu, 14 Oktober 2026.
Pada pagi hingga sore hari kedua, peserta mendapatkan berbagai materi dari para pembicara workshop, dari Kadistanbun Aceh sendiri peserta memperoleh materi arahan dan kebijakan pembangunan pertanian sektor TP tahun 2026, lalu pola tanam padi MT rendeng dan gadu tahun 2026/2027 disampaikan oleh Kadis Pengairan Aceh.
Dari Ka. BMKG Stasiun Indrapuri Muhajir, S. Si, M. Si peserta dipaparkan materi terkait adaptasi perubahan iklim MT tahun 2026/2027 dan pemateri Ka. BPS membicarakan luas panen dan produksi padi tahun 2026. Selain itu materi terkait workshop sasaran indikatif tanaman pangan tahun 2026.
Pada hari terakhir esok, direncanakan lanjutan materi sebagaimana materi sebelumnya terakhir.























